Friday, April 24, 2026

on

SMAN 110 Jakarta Canangkan Program Sekolah Tanpa Sampah

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 110 Jakarta secara resmi mencanangkan program sekolah tanpa sampah pada Hari Jumat, tanggal 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kepala SMAN 110 Jakarta, Sriyono, M.Pd., M.Si., M.A., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meminimalkan bahkan meniadakan sampah di lingkungan sekolah, terutama sampah plastik dan sampah yang dihasilkan oleh warga sekolah.
“Launching sekolah tanpa sampah ini diharapkan ke depan tidak ada lagi sampah di sekolah. Sampah dari produk yang dibawa siswa, guru, maupun pegawai—jika terpaksa dibawa dari rumah—harus dibawa kembali keluar atau dipulangkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sampah organik seperti dedaunan akan dikelola melalui proses komposting. Sementara itu, sampah yang belum terkelola akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup. Program ini menjadi bagian dari upaya penataan kembali lingkungan sekolah, khususnya dalam aspek kebersihan dan keindahan. Sebagai sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri, SMAN 110 Jakarta berkomitmen untuk terus menjaga kualitas lingkungan. “Lingkungan yang bersih dan nyaman akan mendukung prestasi siswa, baik akademis maupun nonakademis. Ini adalah awal yang baik, meskipun tidak mudah, tetapi dengan optimisme dan kerja sama, program ini dapat terwujud secara bertahap,” tambah Sriyono. Dalam kesempatan yang sama, Umaryadi selaku Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia juga berharap bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahap launching, tetapi benar-benar diimplementasikan sehingga menjadi budaya di lingkungan sekolah. ungkapnya. Sementara itu, Acep Mahmudin selaku Kepala Seksi SMP dan SMA Sudin Pendidikan Wilayah II turut memberikan dukungan dan harapan terhadap keberlanjutan program ini. Ia berharap siswa tidak hanya memiliki kesadaran, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat. Sampah harus dipilah, dipilih, dan dimanfaatkan agar memiliki nilai guna. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang sangat penting.